Gangguan Pasokan Energi Kerek Proyeksi Minyak, Brent Diprediksi Sentuh $107
Harga minyak mentah diproyeksikan melonjak pada kuartal kedua dengan acuan Brent diperkirakan mencapai $107 per barel akibat hambatan logistik di kawasan Teluk.
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Ikhtisar:Serangan Rusia ke Ukraina berdampak ke banyak harga komoditas yang terdorong naik. Tercatat ada 7 komoditas yang mengalami kenaikan tinggi.
Serangan Rusia ke Ukraina berdampak ke banyak harga komoditas yang terdorong naik. Tercatat ada 7 komoditas yang mengalami kenaikan tinggi.

- Minyak mentah
Kontrak berjangka minyak mentah Minyak Brent Berjangka sempat menyentuh USD 102 pada Kamis 17.30 WIB atau merupakan harga tertinggi sejak 2014.
- Gas alam
Kontrak Gas Alam Berjangka bergerak pada kisaran USD 4,926 pada Kamis (24/2) malam, sebelum kembali ke kisaran USD 4,750 pada Jumat (25/2) pagi. Harga ini merupakan harga tertinggi dalam 3 minggu terakhir. Harga gas alam yang terdorong naik ikut mendorong kekhawatiran krisis energi dan inflasi di Eropa, yang banyak bergantung dari pasokan gas alam Rusia. Pipa gas Rusia banyak melewati wilayah Ukraina dan memasok hingga 40% kebutuhan gas alam Eropa.
- Batu bara
Harga Newcastle Coal Futures terus bergerak di level tertinggi selama 2022 di kisaran USD 191 per ton. Rusia yang tercatat merupakan salah satu eksportir batu bara terbesar dengan 20% ekspor global sebelumnya sudah melaporkan gangguan pengiriman pasokan akibat minimnya staf yang siap bekerja, sebagai dampak dari gelombang Omicron yang tengah merebak.
- Emas
Kontrak Emas Berjangka mencapai USD 1.970 USD pada Kamis (24/2) malam atau tertinggi selama 13 bulan terakhir. Komoditas safe haven ini tidak terlalu jauh dari harga all time high USD 2.067 yang dicapai pada 2020 lalu.
- CPO
Crude Palm Oil (CRUDE PALM OIL) mencapai all time high pada Kamis (24/2) dengan kisaran USD 1.640 - 1.675.
- Nikel
Nikel Berjangka mencatat harga tertinggi sejak 2011 saat menyentuh US 26.000 pada Kamis (24/2) 20.00 WIB.
- Gandum
Gandum Berjangka juga mencatat kenaikan drastis hingga menyentuh USD 926 atau tertinggi sejak 2012. Rusia dan Ukraina merupakan eksportir utama gandum dan keduanya tercatat mengekspor hingga 25% gandum dunia.
- Alumunium
Alumunium melonjak dari USD 3.300 per ton pada Kamis pagi, menjadi bergerak di kisaran USD 3400 pada Kamis siang WIB, bahkan menyentuh rekor all time high USD 3.500 pada Kamis malam WIB.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Harga minyak mentah diproyeksikan melonjak pada kuartal kedua dengan acuan Brent diperkirakan mencapai $107 per barel akibat hambatan logistik di kawasan Teluk.

Analis Rabobank merevisi naik target harga minyak Brent dan WTI menyusul berlanjutnya gangguan pasokan di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga di pasar fisik.

Disrupsi rantai pasokan di kawasan Teluk memicu revisi ke atas proyeksi harga minyak mentah **Brent** dan **WTI**, mencerminkan premi risiko dari ketatnya ketersediaan energi fisik.

Rabobank merevisi naik proyeksi harga minyak mentah secara signifikan akibat krisis pasokan global di kawasan Teluk, dengan harga Brent diperkirakan rata-rata mencapai $107 per barel pada kuartal kedua 2026.