简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
S&P 500 Catat Kenaikan 5 Hari Berturut-turut, Independensi The Fed Dipertanyakan
Ikhtisar:Tinjauan Pasar (Market Overview)Pasar global menunjukkan rebound tajam seiring meningkatnya sinyal de-eskalasi konflik antara AS dan Iran. Berbagai aset mencatat penguatan signifikan sebagai respons t
Tinjauan Pasar (Market Overview)
Pasar global menunjukkan rebound tajam seiring meningkatnya sinyal de-eskalasi konflik antara AS dan Iran. Berbagai aset mencatat penguatan signifikan sebagai respons terhadap meredanya ketidakpastian geopolitik.
Emas spot naik 3,5% dan mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut, namun secara bulanan masih terkoreksi sekitar 11% di bulan Maret.
Perak spot melonjak lebih dari 7% dan kembali ke atas level USD 75, meskipun secara bulanan turun hampir 20%.
Tembaga (NY Copper) naik 3% pada hari Selasa, dengan penurunan bulanan sekitar 7%.
Indeks S&P 500 menguat 2,9%, sementara Nasdaq melonjak 3,8%.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS terus menurun, dengan yield 10-tahun turun 3 basis poin dan yield 2-tahun turun 3,29 basis poin.
Indeks volatilitas VIX anjlok 17,51%, menandakan meredanya kekhawatiran pasar dalam jangka pendek.
Sorotan Utama (Key Highlights)● AS Bersiap Tarik Pasukan, Iran Tunjukkan Niat Akhiri Konflik
Presiden Iran menyatakan kesiapan untuk mengakhiri perang dengan syarat tidak ada lagi agresi di masa depan. Menteri Luar Negeri Iran mengungkapkan adanya komunikasi informasi dengan AS, namun belum memasuki tahap negosiasi formal.
Laporan menyebutkan bahwa Donald Trump bersedia mempertimbangkan gencatan senjata meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka. Meskipun opsi militer tersedia, hal tersebut bukan prioritas utama. Trump menegaskan konflik tidak akan berlangsung lama dan menyebut negara lain dapat berperan dalam membuka kembali jalur tersebut.
AS menyatakan sekutunya perlu “turut campur dan menangani” isu Selat Hormuz. Penarikan pasukan tetap menjadi opsi, namun belum dalam waktu dekat. Saat ini, kapal induk USS Bush sedang dikerahkan ke kawasan Timur Tengah.
Iran menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk memulihkan stabilitas kawasan adalah dengan menghentikan serangan agresif. Pihak Iran juga menolak konsep gencatan senjata parsial dan menuntut penghentian total konflik di kawasan. Sementara itu, Rusia menyebut Pemimpin Tertinggi Iran masih berada di dalam negeri.
● Data JOLTS Tunjukkan Pendinginan Pasar Tenaga Kerja
Data JOLTS AS bulan Februari menunjukkan jumlah lowongan kerja turun menjadi 6,882 juta, dengan tingkat perekrutan mencapai level terendah dalam enam tahun terakhir. Tingkat PHK meningkat tipis, sementara angka pengunduran diri juga menurun.
Penurunan lowongan kerja terutama terjadi di sektor perhotelan, restoran, dan manufaktur, mencerminkan melemahnya permintaan tenaga kerja secara umum.
Meskipun perusahaan teknologi besar mulai melakukan pemutusan hubungan kerja, dampaknya belum meluas ke seluruh sektor. Namun, kenaikan biaya energi akibat konflik Iran berpotensi semakin menekan aktivitas perekrutan ke depan.
Fokus Data Penting (GMT+8)
20:15 Perubahan Ketenagakerjaan ADP AS (Maret)
20:30 Penjualan Ritel AS (Februari)
21:45 PMI Manufaktur Global S&P AS (Final, Maret)
22:00 Indeks Manufaktur ISM AS (Maret)
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
