简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Korban Love Scam Diperdaya Rp 120 Miliar, AI Jadi Umpan Baru
Ikhtisar:Satgas PASTI OJK mengungkap kasus love scam di Medan dengan kerugian hingga Rp120 miliar, menyoroti risiko rekayasa AI, keterlambatan pelaporan, dan pentingnya segera melapor ke IASC serta polisi agar dana masih bisa diblokir.

Korban Medan Kehilangan Rp120 Miliar
Kasus love scam kembali menjadi alarm keras bagi masyarakat Indonesia. Dalam laporan detikFinance pada Selasa, 7 Juli 2026, Satgas PASTI OJK mengungkap adanya seorang perempuan di Medan yang kehilangan hingga Rp120 miliar setelah tertipu modus asmara digital.
Menurut Direktur Satgas PASTI Brigjen Pol. Djoko Prihadi, korban disebut bekerja di sektor angkutan publik. Ia berkenalan dengan pria yang mengaku tampan dan berasal dari Singapura. Belakangan, pria itu disebut sama sama berasal dari Medan.
Kasus ini berlangsung sekitar empat bulan. Setelah dana korban berpindah, pihak yang mendekati korban menghilang dan tidak bisa dihubungi. Korban baru melapor sekitar tiga bulan kemudian. Pada titik itu, menurut Satgas PASTI, penelusuran aliran dana menjadi jauh lebih sulit.
Saat Wajah Palsu Terlihat Meyakinkan
Ketua Satgas PASTI Rizal Ramadhani menjelaskan bahwa love scam tidak lagi hanya mengandalkan rayuan biasa. Pelaku kini dapat memakai rekayasa AI untuk membuat wajah, suara, dan identitas palsu tampak lebih meyakinkan.
Ini membuat korban merasa sedang berhubungan dengan orang nyata. Setelah kepercayaan terbentuk, permintaan dana mulai muncul. Polanya bisa berupa pinjaman pribadi, permintaan bantuan, pembelian produk, atau ajakan menaruh dana pada skema tertentu.
Bagi pembaca WikiFX, bagian ini penting karena modus asmara digital sering berubah menjadi jebakan finansial. Dalam beberapa kasus global, pendekatan emosional dipakai lebih dulu, lalu korban diarahkan ke transfer dana, aset virtual, atau tawaran investasi palsu.
Laporan Cepat Jadi Kunci
Kasus Rp120 miliar ini juga memperlihatkan satu masalah besar dalam penanganan scam, yaitu waktu pelaporan. Semakin lama korban menunggu, semakin besar peluang dana berpindah ke banyak rekening, ditarik tunai, atau disamarkan melalui kanal lain.
Dalam laporan terpisah, detikFinance mencatat Indonesia Anti Scam Center atau IASC menerima 608.168 laporan scam sejak November 2024 hingga Juni 2026. IASC berhasil memblokir 557.751 rekening dan mengamankan dana Rp674,1 miliar.
Namun angka itu masih kecil dibanding total kerugian. Satgas PASTI menyebut kerugian scam mencapai Rp9,3 triliun untuk periode November 2024 hingga Mei 2026. Dana yang berhasil diamankan hanya sekitar 7,24 persen dari total kerugian tersebut.
Risiko untuk Trader dan Investor Ritel
Love scam bukan sekadar cerita hubungan pribadi. Modus ini sudah masuk ke wilayah risiko keuangan. Ketika pelaku meminta korban mengirim uang ke rekening pribadi, e-wallet, merchant, sub-merchant, atau aset virtual, jejak transaksi dapat cepat berpindah.
Risiko serupa juga sering muncul pada penawaran investasi bodong. Korban dibuat percaya lebih dulu, lalu diberi narasi keuntungan, akses khusus, atau peluang yang seolah tidak boleh dilewatkan.
Di titik ini, keputusan finansial tidak lagi rasional karena sudah dibungkus hubungan emosional.
Untuk trader forex, kripto, maupun investor ritel di Indonesia, sinyal bahaya paling jelas adalah permintaan transfer ke rekening pribadi, janji pengembalian besar, tekanan agar segera setor dana, serta profil online yang terlalu sempurna tetapi sulit diverifikasi.
Jangan Tunggu Malu Reda Baru Lapor
IASC OJK menyarankan korban penipuan transaksi keuangan segera melapor melalui kanal resmi. Bukti transfer, nomor rekening tujuan, identitas akun pelaku, tangkapan layar percakapan, dan kronologi perlu disimpan sejak awal.
Korban juga tetap perlu membuat laporan polisi. IASC berfungsi untuk jalur penanganan finansial, termasuk upaya pemblokiran rekening. Sementara proses hukum tetap berjalan melalui aparat penegak hukum.
Kasus Medan ini menjadi pengingat pahit. Dalam penipuan digital, kerugian besar tidak selalu dimulai dari aplikasi investasi yang rumit. Kadang pintunya hanya satu pesan pribadi, satu profil palsu, dan satu cerita yang terasa terlalu hangat untuk dicurigai.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
WikiFX Broker
EBC FINANCIAL GROUP
FOREX.com
HFM
eightcap
AVATRADE
EC markets
EBC FINANCIAL GROUP
FOREX.com
HFM
eightcap
AVATRADE
EC markets
WikiFX Broker
EBC FINANCIAL GROUP
FOREX.com
HFM
eightcap
AVATRADE
EC markets
EBC FINANCIAL GROUP
FOREX.com
HFM
eightcap
AVATRADE
EC markets
